Langsung ke konten utama

Menua berarti menjadi mata

Menua berarti menjadi mata. Karena ketika kita menua, kita mulai berjarak dari hidup. Kita menjadi sering mengamati tingkah laku orang lain, bahkan diri sendiri. Dari pengamatan itu, kita mendapati semacam pola. Betapa menua berarti menjadi mata.

Kesibukan sehari-hari membuat kita luput. Interaksi dengan manusia lain semakin membuat kita tidak punya waktu untuk menyendiri. Coba jawab ini, kapan terakhir kali kamu menyempatkan waktu hanya dengan dirimu sendiri? dengan pikiranmu sendiri? 15 menit sebelum tidur? 10 menit saat bangun tidur?

Setelah menjadi mata kamu menjadi sadar. Betapa hidup ini singkat sekali. Seperti angin lalu saja. Lalu kamu juga menjadi sadar, betapa telah lalai selama ini. Diantara kamu mungkin ada yang merasa ketinggalan arus. Tapi kini kamu telah menjadi mata, dan mampu melihat pola. Dengan mata itu kamu tahu bahwa arus kehidupan berputar hanya disitu-situ saja. Jadi tidak masalah ketinggalan arus, katamu. Toh, arusnya hanya berputar disitu-situ saja. Manusia bangun pagi-pagi sekali, lalu berangkat ke kantor. Di tengah perjalanan manusia terjebak macet dan polusi. Sampai di kantor dengan tugas yang menumpuk dan senior yang semaunya sendiri. Lalu manusia pulang ke rumah, dalam perjalanan manusia terjebak macet, dan sampai ke rumah dalam keadaan penat.
Sungguh kamu harus sering-sering menggunakan matamu. Karena orangtua yang lalai itu memuakkan. Karena orang yang tidak mampu memaknai jerih payahnya sungguh telah gagal menggunakan matanya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuan Pemikir

Beberapa tahun sebelum aksi demo mahasiswa terkait RUU KPK, Si Cantik masih mengingat pertemuan dirinya dengan si orang menyebalkan itu; orang yang dengan kurang ajar membuatnya menunggu dan bersiap menjadi perawan tua yang galak. Ia sedang duduk disana, di samping tangga dengan wajah seperti orang banyak pikiran, ketika Si Cantik menghampirinya dan mencoba menghibur hanya karena Si Cantik benci melihat wajah kusut seperti itu. Si laki-laki menoleh, laki-laki yang telah memutuskan di usia 27 atau 28 sebagai waktu perkawinan mereka dan berkata bahwa kau cantik, ia memang kurang ajar, sebelum keluhan yang sesungguhnya keluar: ia seperti kesakitan bicara tentang buku Muhammad Hatta yang dimakan hama buku atau tikus, dengan halaman yang lepas-lepas dan sebagian bab bahkan hilang, serta kertas yang patah-patah di perpustakaan kami.  Ia bilang buku seperti itu tak layak dicuri dan itu yang membuatnya tampak tak berbahagia.

Saat itu mereka sama-sama mahasiswa baru. Dan tak lama setelah itu Si…

Menulis adalah soal mengekspresikan diri

Mengapa setiap kali di depan laptop dan hendak menulis kita mendadak tidak tahu mau menulis apa? Stuck. Tidak tahu apa yang mau dituangkan. Tetapi seringkali ketika kita di jalan, di kasur, saat sedang tidak melakukan apa-apa, ide-ide muncul berdatangan. Saya sering mengalami ini dan kamu pun pasti demikian.

Orang yang tidak suka membaca lalu mengeluhkan kondisinya yang sulit menulis itu wajar dan dapat diterima. Karena perbendaharaan kata di ingatannya kurang, maka ia sulit menulis dan merangkai kata. Tapi orang yang kesehariannya membaca, sampai-sampai dikatakan orang tidak punya kerjaan, lalu ketika di hadapan laptop ia tidak tahu harus menulis apa, itu menyedihkan. Karena ia punya perbendaharaan kata, mestinya ia mampu menulis. Pasti ada hal lain selain perbendaharaan kata yang menjadi kendala.

Dugaan saya adalah karena kita berusaha membuat orang lain terkesan (Impress). Menulis adalah tentang mengekspresikan diri (Express), bukan impress. Ketika kita berusaha membuat orang lain te…

Q&A

TARAA…Akhirnya tulisan ini diposting juga. Sebelumnya gua mau minta maaf nih karena ngga semua pertanyaan gua muat disini. Gua makasih banget buat kalian yang udah nanya. Jadi gua ada bahan postingan :))
Karena gua kira, gua akan dapat pertanyaan yang receh-receh aja gitu. Tapi ternyata ada juga pertanyaan-pertanyaan yang bikin gua mikir. Sampe bergumam dalam hati (cieila bergumam),”Apa ya?”. Selain itu, gua juga ga yakin akan punya waktu luang lagi dalam waktu dekat. FYI, gua sekarang ngajar. Jadi sibuk nyiapin materi ajar. So, daripada tidak sama sekali, maka beberapa akan gua jawab di tulisan ini.
Oiya, ini gua jawab suka-suka ya. Bukan yang gimana-gimana sehingga jadi terkesan menggurui. Gua yakin kalian dapet poinnya.
“Gimana biar nggak ambyar?” - Dwi Andika
Ini dalam hal apa dulu? Self-love, friendship, happiness, love atau apa? Karena apa pun itu, gua belum tentu bisa jawab. HAHA.
Ngga deng. Setidaknya gua bisa memberikan dari perspektif gua ya.
Jawaban gua rada muna, sih. Bia…