Langsung ke konten utama

Lintasan Pikiran 1

Lo tuh jangan mau dipengaruhi terus tau. Lo tuh harus punya power untuk bilang,”itu kan menurut lu” “itu kan menurut dia” atau “Gua punya cara dan pikiran sendiri”.

Perlu dua orang untuk merasa terhina. Satu, orang yang menghina. Dua, orang yang mengizinkan dirinya terhina. Membenarkan apa yang dikatakan si penghina.

Segala sesuatu itu ada tandanya. Orang berpendidikan ada tandanya. Orang jujur ada tandanya. Orang manipulatif ada tandanya.

Sebuah negara akan tetap jadi negara berkembang selama masyarakatnya masih menganggap rendah matematika, fisika, dan filsafat.

Kita itu hidup di dunia singkat tau. Rata-rata orang hidup 63 tahun. Kalau lu sekarang 23 tahun, mungkin lu masih punya 40 tahun lagi. Ya walaupun bisa aja besok lu udah ga ada. Tapi kalau itung-itungan rata-rata kira-kira begitulah.

Beruntunglah orang-orang yang paham bahwa hal eksternal sama sekali tidak berpengaruh terhadap kebahagiaan. Lebih beruntung lagi orang yang paham bahwa kebahagiaan bukan tujuan.

Gua pernah nge-date dan bill dibagi dua. Ga ada masalah dengan itu. Lihat poin 1.

Banyak orang kikir dengan uangnya. Tapi sangat boros dengan waktunya.

Lingkungan itu penting cuy. Kalau satu lingkungan ngga bikin lu berkembang, lu harus berani pindah.

“…ya karena hidup membosankan juga sih”. Gua selalu heran dengan reaksi orang yang mendengar. Padahal gua bilangnya netral, tanpa perasaan negatif.

“ciri cewek rusak adalah sudah merokok, punya tato, rambutnya berwarna (Keseluruhan, bukan cuma ujung-ujungnya)” Gua selalu heran dengan reaksi “pilih-pilih teman” “orang kayak gitu sebetulnya asik”. Padahal gua bilangnya dengan netral. Padahal gua punya banyak temen tatoan. Abang gua sendiri tatoan dua-duanya. Padahal gua cuma bilang kalau yang kayak gitu tuh unpredictable, berpotensi untuk menguras energi untuk hubungan jangka panjang.

Kenapa dah Slipknot harus manggung hari jum’at.

Lu tuh jangan denger musik mulu tau. Kerja biar sukses. Lah, gua sih kalau sukses maunya ada musik terus.

Komentar

  1. Selintas. Tapi dalem ya bib.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lu aktif banget dah ni muncul disini. Lama-lama gua perlu suguhin biskuit khong guan nih.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuan Pemikir

Beberapa tahun sebelum aksi demo mahasiswa terkait RUU KPK, Si Cantik masih mengingat pertemuan dirinya dengan si orang menyebalkan itu; orang yang dengan kurang ajar membuatnya menunggu dan bersiap menjadi perawan tua yang galak. Ia sedang duduk disana, di samping tangga dengan wajah seperti orang banyak pikiran, ketika Si Cantik menghampirinya dan mencoba menghibur hanya karena Si Cantik benci melihat wajah kusut seperti itu. Si laki-laki menoleh, laki-laki yang telah memutuskan di usia 27 atau 28 sebagai waktu perkawinan mereka dan berkata bahwa kau cantik, ia memang kurang ajar, sebelum keluhan yang sesungguhnya keluar: ia seperti kesakitan bicara tentang buku Muhammad Hatta yang dimakan hama buku atau tikus, dengan halaman yang lepas-lepas dan sebagian bab bahkan hilang, serta kertas yang patah-patah di perpustakaan kami.  Ia bilang buku seperti itu tak layak dicuri dan itu yang membuatnya tampak tak berbahagia.

Saat itu mereka sama-sama mahasiswa baru. Dan tak lama setelah itu Si…

Menulis adalah soal mengekspresikan diri

Mengapa setiap kali di depan laptop dan hendak menulis kita mendadak tidak tahu mau menulis apa? Stuck. Tidak tahu apa yang mau dituangkan. Tetapi seringkali ketika kita di jalan, di kasur, saat sedang tidak melakukan apa-apa, ide-ide muncul berdatangan. Saya sering mengalami ini dan kamu pun pasti demikian.

Orang yang tidak suka membaca lalu mengeluhkan kondisinya yang sulit menulis itu wajar dan dapat diterima. Karena perbendaharaan kata di ingatannya kurang, maka ia sulit menulis dan merangkai kata. Tapi orang yang kesehariannya membaca, sampai-sampai dikatakan orang tidak punya kerjaan, lalu ketika di hadapan laptop ia tidak tahu harus menulis apa, itu menyedihkan. Karena ia punya perbendaharaan kata, mestinya ia mampu menulis. Pasti ada hal lain selain perbendaharaan kata yang menjadi kendala.

Dugaan saya adalah karena kita berusaha membuat orang lain terkesan (Impress). Menulis adalah tentang mengekspresikan diri (Express), bukan impress. Ketika kita berusaha membuat orang lain te…

Q&A

TARAA…Akhirnya tulisan ini diposting juga. Sebelumnya gua mau minta maaf nih karena ngga semua pertanyaan gua muat disini. Gua makasih banget buat kalian yang udah nanya. Jadi gua ada bahan postingan :))
Karena gua kira, gua akan dapat pertanyaan yang receh-receh aja gitu. Tapi ternyata ada juga pertanyaan-pertanyaan yang bikin gua mikir. Sampe bergumam dalam hati (cieila bergumam),”Apa ya?”. Selain itu, gua juga ga yakin akan punya waktu luang lagi dalam waktu dekat. FYI, gua sekarang ngajar. Jadi sibuk nyiapin materi ajar. So, daripada tidak sama sekali, maka beberapa akan gua jawab di tulisan ini.
Oiya, ini gua jawab suka-suka ya. Bukan yang gimana-gimana sehingga jadi terkesan menggurui. Gua yakin kalian dapet poinnya.
“Gimana biar nggak ambyar?” - Dwi Andika
Ini dalam hal apa dulu? Self-love, friendship, happiness, love atau apa? Karena apa pun itu, gua belum tentu bisa jawab. HAHA.
Ngga deng. Setidaknya gua bisa memberikan dari perspektif gua ya.
Jawaban gua rada muna, sih. Bia…