Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020

Bahagia

Habibubu nulis lagi gaysss. Apa kabarnya nihhh sobat-sobat menara gading aq? Ehehe
Guys, kali ini gua mau bahas sedikit tentang bahagia. Menurut kalian bahagia itu apa sih? Sebelum kalian jawab, kita lihat definisi dari KBBI aja dulu ya gais.

/ba ha gia/

n.
Keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan)

Jadi, dari definisi di atas bahagia itu adalah suatu keadaan dimana kita merasa tenteram. Gitu guys. se der ha na ba nget ga sih guysss. Gua perhatiin kayaknya gua ngomong guys mulu dari tadi. Gapapa deh.

Dan untuk merasa tenteram itu ga mesti mahal kok guys. Sesederhana bangun pagi. Sesederhana minum kopi sambil dengerin lagu favorit di Spotify. Sesederhana chattingan bareng temen-temen satu grup wa yang orangnya lucu-lucu. Apa lagi? oiya, sesederhana sarapan bareng temen-temen mungkin. Sarapannya di apartemen kawasan Bintaro…ehehe kalau itu mahal sih.

Btw, itu bahagia versi gua. Kalau bahagia versi kalian apa? Tulis di kolom komentar ya. Yang sederhana aj…

Wajar Orang-orang Marah

Suatu sore, waktu lagi ngopi di warung makan sambil ngerokok sam soe, Dimas dodol berkomentar mengenai tes cepat virus korona untuk anggota DPR,’’bukankah masuk akal kalau anggota DPR dites lebih dulu? Kenapa orang-orang marah?’’
Lalu saya tanya,’’memangnya kenapa kalau orang-orang marah?’’ dia bilang,’’Begini, para anggota DPR itu kan paling mungkin kena korona. Mereka bertemu satu sama lain, kunjungan kerja ke daerah-daerah, pergi ke luar negeri juga.’’
Benar juga. Batin saya dalam hati. Lalu dia melanjutkan.
‘’Coba bayangkan, mereka kena virus korona. Bukankah mereka sudah pada tua? Banyak diantara mereka pasti punya riwayat penyakit: diabetes, darah tinggi, gula, atau mungkin stroke. Mereka bisa mati.’’
Saya mulai mengerti arah argumen Dimas Dodol ini. Kalau anggota DPR bermasalah dengan virus korona, pelayanan publik akan kacau dan eksistensi negara terancam.
Sebagai salah satu orang yang lelah hati terhadap kelakuan anggota DPR tempo hari, juga anggota DPRD yang malah menolak d…

Akses

Sekali waktu aku ingin mengganti ban motor yang sudah gundul. Aku mencari toko ban di sekitar rumah dan menemukannya. Tokonya lengkap dengan peralatan bengkel yang canggih. Aku disambut pemiliknya: teman berandalku ketika masih sekolah dulu. Si Dimas dodol.
Bagaimana dia bisa jadi pengusaha jual beli ban? Padahal dulunya dia kerja di restoran dengan gaji pas-pasan, lalu menyia-nyiakan gaji pas-pasan itu untuk kretek dan sebotol bir? Dari mana modal ia dapatkan? Pertanyaan-pertanyaan itu terlintas di pikiranku.
Tak jauh dari toko ban itu, ada toko lain dengan bisnis yang sama: jual beli ban. Toko itu milik orang tua istri si bekas berandal itu. Sekali lagi aku dikejutkan, ternyata dia sudah menikah. Dan tak butuh lama buatku untuk mengerti. Ternyata, rahasia sukses jual beli ban ini adalah…..punya keluarga yang terjun di bidang yang sama!
Hey, aku tidak sedang bercanda. Tak perlu sungkan untuk mengatakan, ingin jadi anggota DPR? Akan lebih mudah jika ayahmu pengurus partai tertentu. P…