Langsung ke konten utama

Bahagia

Habibubu nulis lagi gaysss. Apa kabarnya nihhh sobat-sobat menara gading aq? Ehehe
Guys, kali ini gua mau bahas sedikit tentang bahagia. Menurut kalian bahagia itu apa sih? Sebelum kalian jawab, kita lihat definisi dari KBBI aja dulu ya gais.

/ba ha gia/

n.
Keadaan atau perasaan senang dan tenteram (bebas dari segala yang menyusahkan)

Jadi, dari definisi di atas bahagia itu adalah suatu keadaan dimana kita merasa tenteram. Gitu guys. se der ha na ba nget ga sih guysss. Gua perhatiin kayaknya gua ngomong guys mulu dari tadi. Gapapa deh.

Dan untuk merasa tenteram itu ga mesti mahal kok guys. Sesederhana bangun pagi. Sesederhana minum kopi sambil dengerin lagu favorit di Spotify. Sesederhana chattingan bareng temen-temen satu grup wa yang orangnya lucu-lucu. Apa lagi? oiya, sesederhana sarapan bareng temen-temen mungkin. Sarapannya di apartemen kawasan Bintaro…ehehe kalau itu mahal sih.

Btw, itu bahagia versi gua. Kalau bahagia versi kalian apa? Tulis di kolom komentar ya. Yang sederhana aja.

Ngomongin soal bahagia, gua jadi inget kalau dari sudut pandang agama, bahagia itu terletak pada ketaatan kepada Allah guys. Taat dalam artian yang seluas-luasnya guys. Bukan cuma ibadah ritual yang biasa kita lakuin lima kali dalam sehari, tapi lebih dari itu guys. Dalam bergaul, dalam bisnis, dalam apapun deh guys. kenapa?

Karena kalau kita perhatikan nih guys, tuntunan Allah itu udah paling bener deh. Udah paling bikin tenang. Udah paling sesuai sama jati diri kita sebagai manusia. Udah banyak kok guys buktinya. Orang-orang yang bahagia karena taat. Udah guys segitu aja bahagia dari sudut pandang agama. Kalau diterusin tulisan ini bakal jadi kayak kultum AKSI di Indosiar pukul 2 pagi guys.

Intinya kita hanya perlu buka hati, buka pikiran, sama turunin ego. Udah itu aja. Setelah itu, yang membuat kita bahagia jadi tanggungjawab Allah.

Tuh kan, masih aja kultum. Yaudah deh guys. jangan lupa share bahagia sederhana versi kalian ya di kolom komentar.

Komentar

  1. Kalo dibahagia bahagian gimana

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semangatt sulistina. Dinikmatinn, jangan dibahagia-bahagiain!

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tuan Pemikir

Beberapa tahun sebelum aksi demo mahasiswa terkait RUU KPK, Si Cantik masih mengingat pertemuan dirinya dengan si orang menyebalkan itu; orang yang dengan kurang ajar membuatnya menunggu dan bersiap menjadi perawan tua yang galak. Ia sedang duduk disana, di samping tangga dengan wajah seperti orang banyak pikiran, ketika Si Cantik menghampirinya dan mencoba menghibur hanya karena Si Cantik benci melihat wajah kusut seperti itu. Si laki-laki menoleh, laki-laki yang telah memutuskan di usia 27 atau 28 sebagai waktu perkawinan mereka dan berkata bahwa kau cantik, ia memang kurang ajar, sebelum keluhan yang sesungguhnya keluar: ia seperti kesakitan bicara tentang buku Muhammad Hatta yang dimakan hama buku atau tikus, dengan halaman yang lepas-lepas dan sebagian bab bahkan hilang, serta kertas yang patah-patah di perpustakaan kami.  Ia bilang buku seperti itu tak layak dicuri dan itu yang membuatnya tampak tak berbahagia.

Saat itu mereka sama-sama mahasiswa baru. Dan tak lama setelah itu Si…

Menulis adalah soal mengekspresikan diri

Mengapa setiap kali di depan laptop dan hendak menulis kita mendadak tidak tahu mau menulis apa? Stuck. Tidak tahu apa yang mau dituangkan. Tetapi seringkali ketika kita di jalan, di kasur, saat sedang tidak melakukan apa-apa, ide-ide muncul berdatangan. Saya sering mengalami ini dan kamu pun pasti demikian.

Orang yang tidak suka membaca lalu mengeluhkan kondisinya yang sulit menulis itu wajar dan dapat diterima. Karena perbendaharaan kata di ingatannya kurang, maka ia sulit menulis dan merangkai kata. Tapi orang yang kesehariannya membaca, sampai-sampai dikatakan orang tidak punya kerjaan, lalu ketika di hadapan laptop ia tidak tahu harus menulis apa, itu menyedihkan. Karena ia punya perbendaharaan kata, mestinya ia mampu menulis. Pasti ada hal lain selain perbendaharaan kata yang menjadi kendala.

Dugaan saya adalah karena kita berusaha membuat orang lain terkesan (Impress). Menulis adalah tentang mengekspresikan diri (Express), bukan impress. Ketika kita berusaha membuat orang lain te…

Q&A

TARAA…Akhirnya tulisan ini diposting juga. Sebelumnya gua mau minta maaf nih karena ngga semua pertanyaan gua muat disini. Gua makasih banget buat kalian yang udah nanya. Jadi gua ada bahan postingan :))
Karena gua kira, gua akan dapat pertanyaan yang receh-receh aja gitu. Tapi ternyata ada juga pertanyaan-pertanyaan yang bikin gua mikir. Sampe bergumam dalam hati (cieila bergumam),”Apa ya?”. Selain itu, gua juga ga yakin akan punya waktu luang lagi dalam waktu dekat. FYI, gua sekarang ngajar. Jadi sibuk nyiapin materi ajar. So, daripada tidak sama sekali, maka beberapa akan gua jawab di tulisan ini.
Oiya, ini gua jawab suka-suka ya. Bukan yang gimana-gimana sehingga jadi terkesan menggurui. Gua yakin kalian dapet poinnya.
“Gimana biar nggak ambyar?” - Dwi Andika
Ini dalam hal apa dulu? Self-love, friendship, happiness, love atau apa? Karena apa pun itu, gua belum tentu bisa jawab. HAHA.
Ngga deng. Setidaknya gua bisa memberikan dari perspektif gua ya.
Jawaban gua rada muna, sih. Bia…