Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2020

Minal 'aidin wal faizin

Assalamu’alaikum temen-temen. Jadi, udah maafin diri sendiri belum? Ehehe.
Lebaran tahun ini beda banget ya. Sepi. Biasanya ada salam-salaman sekarang ga ada. Shalat id aja harus pake masker abis itu harus langsung pulang. Tapi gapapa. Mudah-mudahan wabah ini segera berlalu aamiin. 
Di tulisan ini gua mau ngucapin minal ‘aidin wal faizin buat kalian semua. Terkhusus buat orang-orang yang gua juga gatau buat apa, sering mampir ke blog gua. Mohon maaf lahir dan batin ya. Dan thanks banget udah sering berkunjung ke sini. Kalian buat juga lah. Biar gua bisa balas kunjungannya.
Kalau ke gua sih ga perlu minta maaf. Sebab seperti kata Leon Agusta: Semua sudah dimaafkan. Sebab kita pernah bahagia. Anjay. Tapi guys, ngomong-ngomong kalian tau ga sih makna minal ‘aidin wal faizin itu apa? Nah, sekalian aja nih kita bahas sedikit minal ‘aidin wal faizin itu apa.
Kalau berdasarkan buku Lentera Hati karya Quraish Shihab, kita tidak bisa merujuk kepada al-Qur’an untuk mengetahui apa yang dimaksud deng…

Irfan Inyong adalah Titisan Muhammad Hatta

Dimas dodol menenteng cangkir kopinya ke halaman depan kontrakan dan duduk sambil menikmati pemandangan jalan. Kontrakannya yang sekarang cukup luas sehingga ia bisa duduk santai sambil menikmati pemandangan jalan dengan lebih leluasa. Di sela-sela waktunya kadang ia menyempatkan menanami tumbuh-tumbuhan hijau di halaman depan itu, dan membikin kursi kayu untuk duduk-duduk siapa pun yang mau duduk. Satu waktu temannya pernah bertanya,”Mengapakah kamu menanami tumbuh-tumbuhan di halaman depan?”
“Karena aku telah tersesat dalam rimba filsafat. Maka aku bisa gila tanpa tumbuh-tumbuhan.”
            Dimas Dodol memang kegandrungan membaca. Di usianya yang masih duduk di sekolah menengah, ia telah melahap habis buku demi buku. Mulai dari buku agama, sosial, hingga, novel-novel progresif. Akibat buku-buku itu, ia nampak seperti komunis kecil yang halus hatinya. Ia bukan komunis, tapi ia nampak seperti komunis. Dan di hari itu, ia menunggu seseorang. Seseorang teman lama yang jauh. Ia melongok…

Darimana datangnya tulisan?

Entah sudah berapa menit gua duduk-diam-terpaku di depan laptop tanpa menulis apapun. Seingat gua, gua ingin menulis tentang sahabat. Tapi gua urungkan karena kesannya dalam diri gua seperti ini --> apaan si lebay ajg. Gua gamau menulis dengan kesan seperti itu. Gua akan menulis apabila kesannya membuat gua menjadi lebih suka sama diri gua sendiri. Salah satunya seperti ini --> aaa habib lucu banget deh, jadi makin suka. Easy.
Lalu gua berusaha mencari topik lain. Alhasil, terlintaslah dalam pikiran gua satu topik yang gua pikir gua bisa menulisnya: life lesson. Tapi bukannya bisa menulis, gua malah jadi tambah bingung. Akhirnya gua urungkan juga deh. Buat apa gua menulis kalau malah bikin gua tambah bingung.
Hmmmm…..
Tapi guys, yang kalian gatau adalah gua sudah duduk-diam-terpaku di depan laptop selama sekitar 15 menit. Dan kemudian gua tersadar sesuatu. Ternyata, berkat kesan yang ga gua sukai di atas ditambah kebingungan (dan kesabaran juga kali ya secara 15 menit bengong, …