Darimana datangnya tulisan?

Entah sudah berapa menit gua duduk-diam-terpaku di depan laptop tanpa menulis apapun. Seingat gua, gua ingin menulis tentang sahabat. Tapi gua urungkan karena kesannya dalam diri gua seperti ini --> apaan si lebay ajg. Gua gamau menulis dengan kesan seperti itu. Gua akan menulis apabila kesannya membuat gua menjadi lebih suka sama diri gua sendiri. Salah satunya seperti ini --> aaa habib lucu banget deh, jadi makin suka. Easy.

Lalu gua berusaha mencari topik lain. Alhasil, terlintaslah dalam pikiran gua satu topik yang gua pikir gua bisa menulisnya: life lesson. Tapi bukannya bisa menulis, gua malah jadi tambah bingung. Akhirnya gua urungkan juga deh. Buat apa gua menulis kalau malah bikin gua tambah bingung.

Hmmmm…..

Tapi guys, yang kalian gatau adalah gua sudah duduk-diam-terpaku di depan laptop selama sekitar 15 menit. Dan kemudian gua tersadar sesuatu. Ternyata, berkat kesan yang ga gua sukai di atas ditambah kebingungan (dan kesabaran juga kali ya secara 15 menit bengong, mylop) gua malah jadi bisa nulis. Setidaknya sampai saat ini, sudah tiga paragaf gua tulis. Unik, ketika akhirnya mengakui urung menulis tapi justru jadi bisa menulis. Hm.

Maka terjawablah sudah guys. Pertanyaan darimana datangnya tulisan?

Tulisan, datang dari duduk-diam-terpaku. Maksudnya?

Pertama, duduk-diam-terpaku secara implisit mengatakan kesabaran. Kalau gua ga sabar duduk-diam-terpaku selama 15 menit, maka tulisan ini ga akan jadi. Tapi karena gua sabar, akhirnya terbukalah pikiran gua. Kayak ada ilham darimana gitu. Tiba-tiba kepikiran nulis ini.

Kedua, duduk-diam-terpaku secara implisit mengatakan kehidupan itu sendiri. Yang bikin gua stuck itu ternyata karena gua ga jujur sama diri sendiri. Tar dulu, kok malah ngomongin jujur? Ooh iyaiya. Kehidupan itu sendiri secara implisit mengatakan jujur pada diri sendiri. Apa yang dirasain, itu yang ditulis. Apa yang dipikirin, itu yang ditulis. Begitulah datangnya tulisan.

Lalu timbul pertanyaan: Kalau yang dipikirin dan dirasain itu ga penting buat ditulis bagaimana? 🤔

Yaa itu soa lain. Tapi menurut gua, lanjut nulis aja. Alasannya, penting ga penting kan tergantung darimana kita memandangnya. Kalau kamu lega setelah menulis sesuatu, atau kalau kamu jadi merasa punya sesuatu yang bisa dibanggakan, layaknya anak kecil yang bangga dengan mainannya, ya tulisan itu penting bagi kamu. Setidaknya bagi kamu. Lagi pula, sesuatu yang tidak penting itu tidak berarti sesuatu yang salah, kan? Sesuatu yang tidak penting, artinya sesuatu yang tidak penting, lol. 

2 comments:

  1. Dari hari ke hari, gw pikir tulisan lu udah mulai kaya buku buku yang ada di gramed bib hehe

    ReplyDelete

Powered by Blogger.