Minal 'aidin wal faizin


Assalamu’alaikum temen-temen. Jadi, udah maafin diri sendiri belum? Ehehe.

Lebaran tahun ini beda banget ya. Sepi. Biasanya ada salam-salaman sekarang ga ada. Shalat id aja harus pake masker abis itu harus langsung pulang. Tapi gapapa. Mudah-mudahan wabah ini segera berlalu aamiin. 

Di tulisan ini gua mau ngucapin minal ‘aidin wal faizin buat kalian semua. Terkhusus buat orang-orang yang gua juga gatau buat apa, sering mampir ke blog gua. Mohon maaf lahir dan batin ya. Dan thanks banget udah sering berkunjung ke sini. Kalian buat juga lah. Biar gua bisa balas kunjungannya.

Kalau ke gua sih ga perlu minta maaf. Sebab seperti kata Leon Agusta: Semua sudah dimaafkan. Sebab kita pernah bahagia. Anjay. Tapi guys, ngomong-ngomong kalian tau ga sih makna minal ‘aidin wal faizin itu apa? Nah, sekalian aja nih kita bahas sedikit minal ‘aidin wal faizin itu apa.

Kalau berdasarkan buku Lentera Hati karya Quraish Shihab, kita tidak bisa merujuk kepada al-Qur’an untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kata ‘aidin, karena bentuk kata itu tidak ditemukan disana. Namun, kalau ditinjau dari segi bahasa, minal ‘aidin berarti “(semoga kita) termasuk orang-orang yang kembali.” Nah, kembali disini adalah kembali kepada fitrah, yakni “asal kejadian”,  Atau “kesucian”, atau “agama yang benar”. Gitu deh guys.

Sepanjang perjalana hidup selama ini, pasti kita berbuat kesalahan. Baik disengaja atau pun tidak sengaja, yang namanya manusia itu pasti pernah berbuat kesalahan. Tiap kali berbuat kesalahan (dosa), akan ada titik hitam di hati kita. Semakin banyak dosa yang dilakukan, semakin banyak titik hitam di hati kita. Sehingga jika sudah terlalu banyak, maka hati akan mati. Tertutupi oleh titik-titik hitam. Pada saat itu cahaya sudah tidak bisa masuk.......terlalu kultum di Indosiar tulisannya, asli

Tapi beneran guys. Gua jadi inget kata Cak Nun (Nurcholish Madjid), kira-kira intinya begini, dosa ke dosa membawa manusia ke alam inferno (neraka), padahal manusia fitrahnya hidup di alam paradiso (surga). Jadi, hemat gua sih, dosa itu membawa manusia pada kehidupan yang tidak nyaman. Sengsara. Ga enak. Coba kita introspeksi aja masing-masing. Mana yang dominan dalam hidup kita. Nah, setelah berpuasa selama 29 hari, diharapkan kita kembali ke fitrah. Ke alam paradiso.

Sedangkan al-faizin diambil dari kata fawz yang berarti “keberuntungan”. Dari kata ini kita dapat merujuk kepada al-Qur’an, karena kata tersebut dalam berbagai bentuknya terulang sebanyak 29 kali. Namun, perlu diperhatikan bahwa al-qur’an hanya sekali menggunakan bentuk afuzu (saya beruntung). Itu pun untuk menggambarkan ucapan orang-orang munafik yang memahami “keberuntungan” terbatas pada hal-hal yang sifatnya materi (QS 4: 73).

Selanjutnya, menurut Abi Quraish (cie abi mau dipanggil abi ya kalau punya anak apaan si lu kaga cie kaga calonnya mana nih kan yang kemaren udahan……)

Oke guys. gua ralat dulu. Kalau ga diralat, bisa-bisa tulisan ini jadi dialog internal yang ga berujung.

Selanjutnya, menurut Prof Quraish Shihab, bila kita telusuri al-Qur’an yang berhubungan dengan konteks dan makna ayat-ayat yang mengandung kata fawz, ditemukan bahwa seluruhnya (kecuali QS 4: 73) mengandung makna “pengampunan dan keridhaan Tuhan serta kebahagiaan surgawi.” Jadi, hemat gua lagi, wal faizin itu lebih asiknya dipahami sebagai harapan dan do’a. Sehingga ucapan minal ‘aidin wal faizin berarti, semoga kita semua kembali kepada fitrah beserta kebahagiaannya dan semoga kita semua memperoleh ampunan dan keridhaan dari Tuhan”. Gitu deh guys.

Sekali lagi. gua mengucapkan minal ‘aidin wal faizin. Mohon maaf lahir dan batin. Selamat lebaran ya.

No comments:

Powered by Blogger.