Kesendirian


Hai. Gimana weekend-nya? Kali ini gua mau membahas tentang kesendirian. Ide ini muncul tiba-tiba aja gitu, waktu gua nonton video Greatmind yang judulnya kesendirian. Gua tertarik untuk membahas ini karena menurut gua, di era informasi mudah diakses dan menyebar dengan cepat seperti sekarang ini, penting untuk berbicara mengenai kesendirian. Lalu, Apa itu kesendirian?

Dalam video tersebut, disebutkan, menurut Kethledge & Erwin (2017), kesendirian adalah sebuah keadaan dimana pikiran kita terbebas dari pemikiran-pemikiran orang lain. Jadi, hemat gua, kesendirian yang dimaksudkan adalah bukan berarti mengisolasi diri atau tidak bergaul, melainkan ketika diri kita terbebas dari faktor-faktor eksternal yang mendistraksi yang membuat kita tidak dapat fokus pada diri sendiri.

Gua dapet sih poinnya. Dan gua yakin lu juga bisa merasakan. Kayak, dulu waktu kita belum main facebook dan semacamnya, kita merasa live in the moment banget ga sih? bahkan kayak bisa mendengar bunyi kesunyian. Agak aneh sih pernyataan itu. Tapi memang demikian sih. kesunyian itu memang kayak ada bunyinya. Dan itulah yang kini hilang dari kita. Atau paling tidak, berkurang intensitasnya. Maka kesendirian yang dimaksudkan adalah itu, ketika diri kita terbebas dari pemikiran-pemikiran orang lain.

Pemikiran-pemikiran orang lain dapat berarti informasi-informasi yang berasal dari luar diri kita yang kita akses terus menerus sehingga pikiran kita selalu ramai, tidak pernah sepi. Hal ini kalau dibiarkan terus menerus, akan menyebabkan kita merasa terasing dari diri sendiri. Atau biasa disebut dengan alienasi. Ini ga enak banget sumpah.

Jadi, bagaimana caranya supaya kita bisa kembali fokus pada diri sendiri? Jawabannya, dapat kalian temukan di google. Ea. Bertanyalah pada google seperti orang-orang kebanyakan. Tapi disini, gua hanya akan berbagi cerita. Siapa tau relevan juga untuk kalian. Dan kalian juga punya sesuatu yang bisa dibagikan ke gua. Jadi, kita bisa bareng-bareng terhindar dari alienasi.

Waktu gua masih kuliah dulu, di salah satu kampus yang terletak di Ciputat, gua ga mau sebut nama tapi yang jelas inisialnya UIN. Dulu, sepulang kuliah atau sebelum kuliah (kalau sebelum kuliah berarti itu lagi bolos), gua suka pergi nonton ke bioskop sendirian. Biasanya sih di Bintaro Plaza. Selain nonton, gua juga suka ke Gramedia. Tentu saja sendirian. FYI, Bintaro Plaza adalah rumah kedua gua waktu masih kuliah. Ga cuma waktu kuliah sih. Sebelum kuliah juga. Gua punya buktinya.


Foto di kaca. Di toilet Bintaro Plaza. Mon maap, dulu emang masih alay (emang sekarang ngga?)

Melakukan aktifitas sendirian seperti jalan-jalan sendirian, pergi nonton sendirian, ke Gramedia sendirian, membuat gua merasa cukup terbebas dari pemikiran-pemikiran orang lain sih. Meskipun ngga sepenuhnya. Karena di zaman ini, kita tidak pernah benar-benar sendiri. Refleks otomatis kita saat sendirian dan tidak melakukan apapun adalah melihat ponsel dan me-ngecheck notifikasi. Tapi pada satu waktu setelah bosan melihat ponsel, gua akhirnya punya waktu untuk sendiri. Dan karena tidak ada teman untuk diajak ngobrol, gua jadi punya waktu untuk ngobrol sama diri sendiri sambil jadi people watch. Melihat orang lalu lalang sambil minum teh botol di parkiran.

Selain itu, yang biasa gua lakukan adalah puasa media sosial. Media sosial selalu menjadi tempat terbaik untuk kita mencurahkan isi hati kita, dan apapun yang kita ingin orang lain melihatnya. Tapi dengan puasa media sosial, kebiasaan itu jadi terhambat. Dan kita terpaksa untuk menampung perasaan-perasan itu, sendiri. Pada saat inilah, kita akhirnya mampu untuk embrace our weaknesses. Yang ujung-ujungnya adalah introspeksi dan fokus kepada diri sendiri.

Kalau udah gini nih, biasanya sih gua suka jadi inget yang lalu-lalu. Entah itu hal bodoh yang pernah gua lakukanlah, hal memalukanlah, kesempatan yang gua biarin lewat gitu aja, sampai mengingat orang-orang yang dulu ada di hidup gua, sampai yang udah ga ada. Baik karena udah beda visi misi, atau karena gua ngecewain dia (atau sebaliknya), atau yang memang benar-benar udah ga ada (wafat). Untuk case gua dikecewain (atau sebaliknya), kadang gua berharap bisa balik lagi. at least, hubungan baiknya. Karena setelah berbulan-bulan atau bertahun-tahun, gua merasa kecewa gua sudah dibuat reda. Ya, ini adalah pesan terselubung yang tidak perlu kalian cerna secara serius wkwk.

So, itulah cara gua untuk mendapatkan kesendirian. Jalan-jalan sendirian dan puasa media sosial. Kalau kalian apa? mudah-mudahan kita selalu punya kehidupan yang seimbang. Antara kehidupan sosial dan kehidupan pribadi. Aamiin.


No comments:

Powered by Blogger.