Yang Ga Padam-Padam


…..Itu judul tulisan apa perasaan ke mantan? Ga padam-padam. Ea.

Menuju hari lahir gua di dunia yang kejam ini, gua mulai melakukan refleksi. Berbicara lebih banyak pada diri sendiri dan mendengarkan orang lain. Sesuatu yang kurang mendapat tempat belakangan ini karena terlalu banyak distraksi. Dan kesadaran pertama yang gua dapatkan setelah melakukan refleksi adalah judul di atas: Yang Ga Padam-Padam. Harapannya dengan menulis ini, gua jadi lebih kenal dengan diri sendiri. Mari kita telaah.

Pertama, menulis. Menulis adalah kegiatan yang termasuk ga padam-padam hingga saat ini. Awal gua senang menulis adalah ketika SMA. Saat itu gua lagi suka-sukanya baca buku Raditya Dika. Penulis yang menceritakan kesehariannya yang bitter-sweet dan tak jarang, bodoh. Buku pertama Bang Radit yang gua beli di Gramedia adalah Manusia Setengah Salmon.

Sumber: wikipedia
Pertama kali gua baca buku itu gua bergumam dalam hati,”gila! keren banget nih buku. Asik nih kalau gua bisa bikin kayak gini!”. Semenjak hari itu gua jadi sering ke Gramedia dan menulis. Menulis di berbagai medium. Facebook, twitter, dan blogger. Jangan tanya apa yang gua tulis saat itu karena tulisan gua saat itu à alay parah.

Suatu ketika, gua membuka kembali blog gua jaman SMA. Gua melihat-lihat dan merasa beruntung karena belum ada sarang laba-laba dan gembel yang numpang tidur disana (merasa familiar dengan jokes ini? fix, lu ngikutin gua dari dulu :’) thank you loh jadi terharu). So, mulai kebayang kan bagaimana alaynya gua dulu?

Tapi saat ini, itu jadi hal yang gua syukuri. Karena tanpa memulai menulis alay, gua ga akan punya keberanian untuk terus menulis dan menulis. Sehingga perlahan namun pasti dengan belajar sana-sini, gua bisa meng-improve tulisan gua. Dan yang tidak kalah pentinganya adalah berani menulis opini pribadi dengan cara yang baik. Wahai kebiasaan menulisku, you are worthy of love. Semoga tidak pernah padam sampai kapan pun.

Oiya, disini gua juga mau berterimakasih kepada Ani Apriani, yang telah mengenalkan gua pada Raditya Dika. Dwi Andika Pratama, yang selalu bilang terinspirasi menulis dari gua padahal sebetulnya gua yang banyak belajar dari dia bahkan sampai saat ini. Lalu @calistaaiko yang dulu seneng nulis puisi-puisi, membuat gua merasa ada temennya. Terimakasih.

Sumber: Dok Pribadi
Waktu itu berkesempatan ketemu Bang Radit langsung

Kedua, mendengarkan dan bermain musik. Gua udah mulai “pegang” gitar dari SMP. Lagu pertama yang bisa gua mainkan adalah lagunya Peterpan yang judul-nya Mungkinkah. Masih inget ga? Yang itu loh…yang jreng...

Mungkinkaah bila ku bertanyaaa pada bintang-bintangggg……..

Boong kalau lu gatau. Kecuali kalau lu baru lahir kemaren sore.

Pada saat itu, gua lagi suka-sukanya musik Reggae. Mulai dari Steven n Coconut Treez, Tony Q Rastafara, Shaggy Dog, Souljah dan lainnya. Dengerinnya pake HP Nokia yang lagunya bisa dikirim via Bluetooth. Terus pas di-setel di pemutar musik ada gambar orangnya yang gatau siapa. Yhaa. Merasakan hal yang sama? I know what you feel bro. Eh serius deh, itu orang siapa sih?

Sumber: memecomic.id
Bukan dia sihh...tapi gapapalah sebagai gambaran 
karena dia sering muncul juga 😓 

Btw, Lagunya Steven yang judulnya tersenyum lagi sempet gua jadiin bahan ngerayu pacar loh. FYI, lagu-lagu lama tuh romantis nan flamboyant bro. Cocok buat merebut hati wanita.

Hm, sejujurnya, ada masa-masa dimana kesenangan bermain dan mendengarkan musik menjadi padam. Tapi karena kesenangan itu selalu bangkit lagi, dan tidak bisa dibendung, maka gua memasukkannya ke dalam kategori Yang Ga Padam-Padam.

Ketiga, membaca. Gua sudah mulai gemar membaca semenjak SMP. Saat itu, gua punya akses terhadap buku bacaan karena bokap gua. Bokap adalah seorang pengajar yang suka mengoleksi buku. Terutama buku-buku yang bertema agama dan spiritual. Dari situlah gua mulai membaca buku Quraish Shihab, Nurcholish Madjid, dan buku-buku tulisan orang mesir. Sekarang kalau dipikir-pikir, gila. Tua juga ya bacaan gua. Tapi tanpa gua sadari, minat baca gua tumbuh dari situ.

Gua udah kayak pemikir belum?
Sumber: Dok. Pribadi

Itulah tiga hal utama Yang Ga Padam-Padam sampai saat ini. Kalau kamu apa?

5 comments:

  1. Wakakakak. Gokil anjay. "Gembel" yang bikin gue ngakak. Udah lama gak bilang gembel. Haha. Kalau bisa berkomentar pake VN. Pake VN dah. Biar tau ngakaknya gimana. 😂

    ReplyDelete
  2. Selalu menyenangkan membaca blog lu, dari jaman habibkomed sampai habibubu.
    Walau menurut lu tulisan lu dulu alay, tapi percayalah itu selalu menghibur gw. Dan satu yg selalu gw salut, tulisan lu selalu mengandung makna dibalik komedinya. (Bahkan kang awan aja pernah muji tulisan lu, bib wkwk)

    Mengenai menulis, berbeda dengan lu bib, bagi gw "menulis" saat ini hampir padam.
    Saat ini gw masih belum "berani menulis opini pribadi dengan cara yang baik" kaya lu. Entah gw terlalu berhati-hati atau memang ada ketakutan tersendiri di benak gw.

    Tapi makasih bib, dengan baca tulisan lu ini seolah kasih gw sedikit percikan api. Gw jadi pengen nulis lagi.

    Ahh.. semoga postingan baru segera muncul di blog gw yaa 🙈😂

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aamiin. Semoga postingan di blog mu segera hadirr

      Delete
    2. Terimakasih Ani. Ayo ani ditunggu postingannya! btw gua baru tau kang awan baca wkwk

      Delete

Powered by Blogger.